Tanah di Curug Kembar Sukabumi Anjlok




SAGARANTEN – Gejala alam yang mengejutkan kembali terjadi. Pasalnya, belasan rumah warga di Desa Cibitung Kecamatan Sagaranten dan Desa/Kecamatan Curugkembar Kabupaten Sukabumi mengalami retakan dan ajlok setinggi 10 cm sampai 15 cm. Akibatnya, puluhan bangunan rumah milik masyarakat terpaksa untuk sementara disangga atau ditopang memakai bambu dan kayu. Usaha tersebut dilakukan agar bangunan mereka tidak roboh serta rata dengan tanah. Keadaan ini membuat masyarakat panik, terlebih intensitas hujan belakangan ini cukup tinggi.
“Setelah hujan turun beberapa hari yang lalu mengakibatkan anjloknya beberapa retakan pada tanah di atas bangunan rumah masyarakat,” ungkap salah satu warga Curugkembar, Cepi (34), rabu  (18/11).
Untuk mencegah agar bangunan rumah tak cepat roboh akibat tanah anjlok, kata Cepi, mayoritas masyarakat terpaksa menyangga bangunan rumahnya memakai material seadanya berupa bambu dan kayu. Cara sederhana ini dilakukan warga, karena khawatir bangunan tiba-tiba roboh.
“Setiap rumah, yang mengalami anjlok ditopang oleh bambu dan kayu,” terangnya.
Ia mengakui pasca meningkatnya curah hujan di Kabupaten Sukabumi, tingkat kerusakan bangunan yang retak-retak dan anjlok terus meningkat di Desa Curugkembar. Kini, mayoritas bangunan rumah mereka mengalami pergeseran hingga beberapa sentimeter. Yang sangat memprihatikan sejumlah bangunan yang mengalami anjlok, posisi bangunan sudah makin miring dan terancam roboh. “Semua bangunan yang tanahnya anjlok terancam roboh,” akunya.
Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan serta dapat mengancam keselamatan masyarakat, setiap tiba hujan yang besar mayoritas warga terpaksa mengungsi ke tempat lebih aman yaitu ke rumah sanak saudara dan tetangga terdekatnya di sana. Pasalnya, para pemilik rumah khawatir rumahnya roboh.
“Masyarakat sangat khawatir bila bangunan rumah tiba-tiba roboh serta mengancam keselamatan jiwa sanak saudaranya,” terangnya.
Ia juga berharap, Pemerintah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi dapat berperan aktif jika di kemudian hari terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Karena kondisi rumah masyarakat terancam roboh. Lantaran, keberadaan bangunan rumah mereka dalam kondisi miring dan retak-retak.
“Pemerintah dapat bersikap siaga bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, mudah-mudahan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” harapnya.
Sementara itu, pemerintah setempat termasuk semua perangkat Desa Curugkembar setempat sudah mengecek ke lapangan serta sudah memberikan imbauan kepada masyarakat setempat untuk selalu berhati-hati dan waspada ketika turun hujan yang lebat untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
“Pemerintah setempat sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat setempat untuk selalu waspada,” terang Cepi. (radarsukabumi.com/Cr5/t)



#POJOKJABAR.com

Related

KOTA DAN KABUPATEN 8449758082939811482

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item