Sekda Kaget Pemkot Dapat Nilai 100 Persen





CIKOLE – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Sukabumi, Hanafie Zain merasa kaget ketika diumumkan Pemerintahan Kota (Pemkot) Sukabumi mendapat penilaian 100 persen terkait indeks kepuasan masyarakat. Menurutnya,  keberhasilan Pemkot Sukabumi mendapatkan penilaian tertinggi dalam kepuasan masyarakat mengalahkan Kota Bandung, merupakan apresiasi atas kinerja pimpinannya selama ini dalam berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Kami juga mengetahui penghargaan ini dari media. Makanya kami kaget ketika diumumkan kalau Pemkot Sukabumi mendapat penilaian 100 persen terkait indeks kepuasan masyarakat,” tuturnya.
“Ini membuktikan bahwa komitmen pimpinan daerah, dibantu legislatif dan semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat berbuah manis. Kami akui, survei yang dilakukan oleh Pusat Kajian dan Kepakaran Statistika (PK2S) Fakultas Matematika dan IPA Unpad tidak pernah diketahui oleh siapapun,” terangnya ketika ditemui Radar Sukabumi, selasa (17/11).
Menurut mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sukabumi ini, keberhasilan tersebut merupakan penilaian berbeda dengan apa yang dilakukan seperti Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atau pun penghargaan lainnya yang sudah didapat Pemkot Sukabumi. Ini benar-benar tanpa ada pemberitahuan dan persiapan yang dilakukan pihak pemerintah.
Seperti diberitakan sebelumnya, penilaian tersebut meliputi beberapa poin di antaranya, pelayanan dasar yang memperoleh hasil tertinggi yakni 3,57. Responden juga menilai segi sumber daya aparatur. Hasilnya kota yang dipimpin M Muraz dan Achmad Fahmi ini meraih peringkat pertama dengan indeks kepuasan 3,45.
Sementara dari sisi anggaran, pemerintahan yang digunakan didapatkan hasil wilayah yang dianggap memuaskan masyarakat adalah Kota Sukabumi 3,46. Ia menambahkan, secara regulasi Sukabumi mendapatkan peringkat kedua dengan nilai 3,42. Pada posisi kedua ditempati Kabupaten Purwakarta yang secara indeks kepuasan bernilai 93,71, Kota Tasikmalaya 91,12, Kota Banjar 87,99, serta Kota Bogor 87,69.
 Dengan prestasi tersebut, Hanafie mengaku bukan hal yang gampang mempertahankan dan meningkatkannya. Tapi, dengan komitmen yang dipegang oleh pimpinan tertingginya yakni walikota, ia yakni bisa terus mempertahankannya. Termasuk juga sinergitas yang selama ini dijalin dengan pihak legislatif. “Peran serta masyarakat terutama legislatif selama ini, tentunya berperan penting dalam raihan prestasi yang didapat. Bagaimanapun, seperti penetapan APBD tepat waktu menjadi faktor berapa sinerginya legislatif dan eksekutif dalam mengawal kepentingan masyarakat,” paparnya.
 Ia pun berharap, sinergitas tersebut terus terjali termasuk bisa mempertahankan penetapan APBD tepat waktu seperti yang sudah dilakukan selama tiga tahun terakhir. “Soalnya, tidak hanya pelayanan yang cepat kepada masyarakat dengan penetapan APBD tepat waktu. Tapi juga bebagai prestasi mampu diraih termasuk menerima anggaran Rp41 miliar lebih atas prestasi Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang sudah diraih Pemkot Sukabumi dengan indikator di dalamnya salah satunya penetapan APBD tepat waktu,” jelas Hanafie. (bal/d)

Related

KOTA SUKABUMI 6047267341982507355

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item