Polisi Bongkar Sindikat Pencurian Roda Empat



CIKOLE – Jajaran Satuan Reserse dan Kriminal (Sat Reskrim) Polres Sukabumi Kota berhasil meringkus 12 pelaku dari tiga kelompok sindikat spesialis pencurian kendaraan roda empat jenis mobil pick up, mini bus dan truk yang terjadi di wilayah hukum Polres Sukabumi Kota, selasa  (17/11). Polisi menangkap para pelaku tersebut setelah banyaknya laporan tentang kehilangan roda empat yang beroperasi di wilayah hukumnya, bahkan salah seorang tersangka terpaksa ditembak betisnya karena hendak kabur saat akan ditangkap.
Kapolres Sukabumi Kota AKBP Diki Budiman didampingi Kasat Reskrim Polres Sukabumi Kota AKP Joni Surya Nugraha saat menggelar ekspos di Mako Polres Sukabumi Kota mengatakan, dari hasil penyelidikan terhadap para tersangka terdapat 51 tempat kejadian perkara (TKP) dalam kasus ini, hanya saja yang baru melapor ada empat orang dari empat TKP yang berbeda yaitu di Jalan Pramuka Kelurahan Cikondang Kecamatan Citamiang Kota Sukabumi pada 13 Mei 2015 atas nama pelapor Rony Budiman.
TKP kedua terjadi pada 14 Mei 2015 di Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi, atas nama pelapor Hodin. TKP ketiga terjadi di kawasan Kecamatan Cisaat pada 15 Agustus 2015 atas nama pelapor Ade Dahlan dan terakhir di kawasan Kecamatan Baros Kota Sukabumi, pada 4 September. Keempat kejadian tersebut dilakukan pada jam yang sama yaitu pada pukul 03.00 WIB dini hari.
“Dari keterangan tersangka mereka sudah melakukan pencurian ini 51 kali, tetapi ini kan dari masing-masing kelompok yang berbeda jadi kita masih mendalami kasus ini lebih lanjut,” terangnya.
Adapun ke-12 pelaku yang berhasil diamankan di antaranya, DS alias Dadi (37) seorang pekerja wiraswasta warga Kabupaten Garut, MM alias Herman (37) seorang wiraswasta warga Kabupaten Cianjur, S alias Wisnu (48) seorang wiraswasta warga Kota Tangerang, IK (48) alias Cinong seorang buruh warga Kabupaten Sukabumi, DH alias Atuk (23) seorang pekerja wiraswasta warga Kabupaten Sukabumi, IS alias Kuntul (33) seorang pekerja tani warga Kabupaten Sukabumi, NS alias Uhe (40) seorang pekerja buruh warga Kota Sukabumi, A alias Awang (45) seorang pekerja buruh warga Kabupaten Sukabumi, AF alias Faisal (24) pekerja wiraswasta warga Kabupaten Sukabumi, DR alias Dadang (43) seorang pekerja buruh warga Kabupaten Sukabumi, AY alias Ompong (35) pekerja buruh warga Kabupaten Sukabumi dan S alias Abah (35) seorang pekerja wiraswasta warga Kabupaten Pandeglang.
“Pelaku yang berhasil kami tangkap ada 12, tetapi ada delapan tersangka lainnya yang masih kita kejar,” tegasnya.
Dikatakan Diki, pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut kepada para pelaku pasalnya ada beberapa pelaku yang merupakan residivis.
Sementara itu, untuk memuluskan niat jahatnya, para pelaku menggunakan modus operandi dengan cara merusak kunci kontak dengan menggunakan kuci leter T dan menghidupkan mesin kendaraan dengan menggunakan kabel soket yang selanjutnya kendaraan tersebut berhasil dibawa kabur dan dijual.
Bahkan untuk menghilangkan jejaknya para pelaku memutilasi kendaraan hasil curiannya tersebut. Untuk satu mobil para tersangka menjual Rp15 juta per satu unit mobilnya. “Modusnya sama, mereka menjual barang hasil curiannya berupa potongan mobil atau menjual onderdil mesin tersebut, tidak menjualnya secara utuh,” ujar Diki.
Menurut Diki, dalam melakukan aksinya mereka silih berganti melakukan tugas sebagai pengawas, pemetik, dan penunjuk lokasi. Pelaku hanya membutuhkan waktu beberapa menit untuk mencuri mobil yang diincarnya dan kemudian disembunyikan di salah satu tempat untuk dipereteli.
Dari penggerebekan para tersangka, polisi berhasil menyita 20 kendaraan roda dua empat yang sudah dimutilasi, tiga kendaraan roda empat yang masih utuh, tiga buah kunci leter T berikut anak kuncinya, satu buah mesin bor berikut mata kunci, satu set soket, satu lemari hias, satu buah mata kunci, dan satu handphone Blackberry.
Kini para pelaku pun diancam dengan Pasal  363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara. Sementara itu, pengakuan salah seorang pelaku A alias ompong sebelum beraksi ia dan gerombolannya mengintai dahulu mobil yang akan dicurinya, setelah kondisi aman maka ia dan rekan-rekannya dengan cepat beraksi dan membawa kabur mobil milik korbannya.
“Biasanya kita pantau dulu kalau sudah aman baru kita beraksi. Uang hasil penjualan itu saya gunakan untuk menghidupi keluarga dan berpoya-poya,” pungkasnya. (wdy/t)






 #radarsukabumi.com

Related

KOTA DAN KABUPATEN 4090683542630534917

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item