Pesantren Al Fath Sukabumi, Dijadikan Objek Penelitian 18 Provinsi

CIKOLE– Konsep ekonomi sedekah dan kewirausahaan yang di miliki Pondok Pesantren Al-Fath menjadi objek penelitian bagi 18 orang dari 18 provinsi berbeda yang berada di tanah air. 18 orang tersebut tergabung dalam Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kementerian Agama RI dibawah binaan  Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Indonesia (UI).
“Lembaga pendidikan satu-satunya  yang mengembangkan kewirausahaan, Ponpes Al Fath sangat tepat dijadikan percontohan. Terekpose secara nasioanl, tidak langsung Al-Fath bisa mengharumkan Kota Sukabumi,” ujar Walikota Sukabumi, M Muraz usai memberikan materi kepada   peserta LPPM UI di Ponpes Al Fath Kota Sukabumi, minggu (15/11/2015).
Muraz menjelaskan, keagamaan dan duniawi harus diajarkan  dipesantren. Meski Ponpes Al Fath  merupakan  pesantren tradisional,  tapi diterapkan  intra kurekuler di luar pesantren yakni  praktek tentang berekonomi. ” Ini salah satu terobosan. Apa yang dilakukan dipesantren ini bisa terinformasi ke  peserta sehingga  mereka bisa mengembangkan pesantren dengan pola yang dilakukan di pesantren ini,” katanya.
Lanjutnya,Pemerintah Kota SUkabumi terus mendukung Ponpes Al Fath dalam pengembangan usaha yang telah dirintis sejak beberapa tahun lalu. Dorongan bukan hanya dari sisi kebijakan, tapi juga membantu tenaga ahli sesuai dengan wirausaha yang dikembangkan, seperti tenaga ahli perekonomian, dan pertanian.
” Kami siap mengirimkan tenaga untuk membantu pembinaan,  Pesantren jangan hanya  meminta bantuan ke pemda, tapi bisa membantu ekonomi rakyat,”jelasnya.
Sementara itu, Pimpinan Ponpes Dzikir Al Fath Kota Sukabumi, KH.Fajar Laksana menjelaskan salah satu pola pendidikan di ponpes ini yakni konsep ekonomi sedekah. Artinya,  konsep ini sangat membantu santri karena bukan hanya mendapatkan pendidikan gratis ,tapi juga mendapatkan pekerjaan dan penghasilan. ” Nah pola ini tentunya sangat membantu pendidikan. Pesantren  tidak rugi, santri bisa kuliah , makan tinggal dengan gratis,” katanya.
Kosep ekonomi sodakoh kata dia dijalankan dengan  pendekatan Islam. Pesantren mengembagkannya dengan berpedoman pada Al Qur’an yang mengutamakan kejujuran.  Konsep ini tidak diajarkan di pendidikan formal maupun perguruan tinggi. ” Wirausaha pendekatan ekonomi sodakoh  ini yang ingin mereka ketahui. Memberikan sodakoh pada santri, kuliah sambil bekerja,” pungkasnya. (radarsukabumi/bal/d)



#radarsukabumi.com

Related

KOTA SUKABUMI 1375361019706377784

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item