Oknum Wartawan , Diduga Lakukan Pemerasan Terhadap Bos Pupuk

CIKOLE – RS alias Enay (41) kembali harus berurusan dengan pihak kepolisian. Pria yang mengaku sebagai wartawan di media mingguan ini diduga melakukan pemerasan terhadap salah seorang pengusaha pupuk yang diketahui bernama Ayup (35) warga Kecamatan Cikembar Kabupaten Sukabumi. RS dan kedua temannya AS (40) dan HK (37) dibekuk oleh tim Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Sukabumi Kota.

Ketiganya ditangkap setelah dijebak oleh Anggota Sat Reskrim Polres Sukabumi Kota saat melakukan transaksi dengan korban di depan Pendopo Kota Sukabumi, tepatnya di Jalan Ahmad Yani Kecamatan Cikole Kota Sukabumi, Selasa (17/11) pagi.

Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Diki Budiman mengatakan penangkapan tersebut dilakukan setelah mendapat laporan dari korban yang mengaku diperas oleh ketiga oknum wartawan tersebut. Dikatakan Diki, berdasarkan keterangan korban beberapa waktu tepatnya awal November, korban didatangi oleh ketiga oknum wartawan tersebut dan menuduh korban telah menipu konsumennya lantaran menjual pupuk yang bukan subsidi kepada para petani.

Mereka pun mengancam akan menyebarkan berita tersebut ke dalam sebuah berita jika korban tidak memberikan uang sebesar Rp9 juta kepada para oknum tersebut. Lantaran korban tidak memiliki uang, korban pun akhirnya memberikan uang sebesar Rp400 ribu kepada tersangka. Tidak puas dengan pemberian uang, pada Selasa (17/11) para tersangka pun kembali meminta uang sebesar Rp2 juta, korban yang merasa resah pun langsung melapor ke Porles Sukabumi Kota.
“Setelah melapor kita pun langsung melakukan penjebakan kepada ketiga tersangka dengan berpura-pura akan memberikan sejumlah uang kepada tersangka dengan janjian di depan Pendopo, saat tersangka datang, kita pun langsung menangkap ketiganya,” terangnya kepada wartawan Radar Sukabumi, kamis (19/11).

Saat ditangkap polisi ketiganya sempat menunjukkan ID card wartawan dari salah satu tabloid mingguan. Tidak hanya itu, para tersangka pun saat itu mampu menunjukkan kartu anggota PWI. Dikatakan Diki, salah satu tersangka merupakan residivis atas nama RS dengan kasus yang sama, sementara dua orang temannya baru kali ini ditangkap atas kasus pemerasan. Saat ditangkap polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp2.350.000.

“Uang yang Rp2 juta merupakan bukti transaksi terakhir sementara yang Rp350 ribu itu transaksi pertama karena menurut pengakuan tersangka sebagian uang tersebut sudah digunakan,” jelasnya. Akibat perbuatannya ketiga pelaku dijerat dengan pasal 368 Junto 369 KUHP tentang Pemerasan dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara. “Pelaku kita amankan di sel Mapolres sambil menunggu proses penyidikan,” tutup Diki. (wdy/d)


#radarsukabumi

Related

KOTA SUKABUMI 4498709815593984758

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item