Kerukunan Antarumat Beragama Diklaim Harmonis

CIKOLE – Walikota Sukabumi, M Muraz mengaku, toleransi umat beragama di Kota Sukabumi berjalan harmonis. Hal itu terbukti, kondisi dan situasi di kota berjuluk Kota Mochi ini terlihat kondusif. “Toleransi antarumat beragama sangat baik, buktinya di Kota Sukabumi tidak terjadi perpecahan, semua saling menghargai,” ujarnya saat dialog antarumat beragama di Selamet Toserba, rabu (18/11).
Muraz menjelaskan, perbedaan agama bukan menjadi alasan bagi umatnya untuk melakukan tindakan yang tidak diinginkan. Tapi justru menjadi potensi baik untuk menciptakan kerukunan masyarakat. Pertikaian antarumat beragama, justru berpotensi untuk dimanfaatkan oleh pihak yang ingin memperkeruh suasana. “Kami harus sependapat, adanya perbedaan merupakan kehendak Sang Pencipta dan dengan perbedaan ini, justru bisa memunculkan yang terbaik dalam melayani masyarakat,” ucapnya.
Ia menambahkan, dengan adanya Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB), sangat berperan dalam menciptakan kondisi aman di wilayahnya. Para tokoh dan umat dari seluruh agama rutin melakukan dialog. Bukan membahas masalah perbedaan, tapi penyamaan persepsi tentang kerukunan antarumat beragama. “Saya tentu melihatnya dari sisi pemerintahan, siapapun warga negara tanpa memandang suku, agama dan golongan, harus mendapat pelindungan sama oleh pemerintah,” jelas Muraz yang juga mantan Sekretaris Daerah (Sekda) ini.
Muraz menilai, kuatnya kerukunan antarumat beragama di Kota Sukabumi tidak terlepas dari kecerdasan warganya dalam menilai suatu masalah menyangkut agama. Sebagai kota yang tidak memiliki sumber daya alam (SDA), kerukunan antarumat beragama menjadi modal utama dalam menciptakan kondisi yang nyaman dan aman. “Kalau tidak kondusif, terjadi gejolak, orang tidak suka datang. Sementara Kota Sukabumi hanya mengandalkan bidang jasa untuk pertumbuhan ekonomi. Kuncinya, tentu ada pada masing-masing umatnya,” tuturnya.
Dirinya mengajak untuk terus tetap menjaga kerukunan antarumat beragama yang telah terjalin selama ini. Jika memang terjadi perselisihan, apalagi menyangkut agama atau kepercayaan, diselesaikan secara dialog dan bermusyawarah. “Musyarawah merupakan cara yang tetap dalam menyelesaikan masalah,” katanya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kesatuan Bangsa Politik (Kesbangpol), Bude Daryana mengatakan, kegiatan dialog antarumat beragama ini memang sudah menjadi agenda rutinan. Tujuannya, untuk terus menjalin kekompakan dan keharmonisan antaragama. Para tokoh agama yang mengikuti dialog ini, nantinya akan memberikan pemahaman kepada umatnya masing-masing. “Jika pemerintah bersama seluruh umat beragama kompak menjaga keberagaman, tidak akan terjadi hal yang memicu konflik yang mengatasnamakan agama,” pungkasnya. (bal)




#radarsukabumi

Related

KOTA SUKABUMI 2266113404903395395

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item