Kas Pemkot Terus Dialiri Anggaran Segar





CIKOLE – Pundi-pundi anggaran baik dari Pemprov Jabar maupun pemerintah pusat, terus mengalir ke kas Pemkot Sukabumi. Aliran anggaran yang tak sedikit nominalnya, jelas bukan tanpa alasan. Pemicunya adalah prestasi yang diraih oleh Kota Mochi ini. Selain mendapatkan Rp41 miliar dari pemerintah pusat buah dari prestasi penilaian Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Pemkot Sukabumi juga bakal menerima gelontoran uang dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU).
Walikota Sukabumi, M Muraz melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Sukabumi, Hanafie Zain mengaku, dengan potensi PAD yang minim, tapi Pemkot Sukabumi terus berupaya mendapatkan pemasukan dari prestasi.
“Kalau hanya mengandalkan potensi PAD dari sektor yang ada saat ini, terus terang cukup berat meskipun itu bukan hal mustahil. Tapi, kalaupun bisa menggali PAD dari potensi yang ada, saya kira tidak cukup besar paling di kisaran Rp 1-2 miliar saja,” tuturnya kepada Radar Sukabumi, rabu (18/11).
Dari informasi yang dihimpun Radar Sukabumi, Pemkot Sukabumi selain mendapatkan gelontoran anggaran terbesar kedua dari dana intensif daerah se-Indonesia, juga akan mendapat tambahan anggaran dari DAU dan DAK dua kali lipat. Penerimaan DAU tahun anggaran 2016 bertambah dari sekitar Rp4 miliar, menjadi Rp17 miliar.
“Begitu juga dengan DAK, kita naik dua kali lipat dari Rp36 miliar menjadi Rp68 miliar,” bebernya.
Dijelaskan Hanafie, hal ini juga buah sinergitas yang selama ini terjalin antara eksekutif dan legislatif. Bagaimanapun, peran serta kedua institusi tersebut sangat besar terhadap pembangunan daerah termasuk prestasi yang selama ini diraih Pemkot Sukabumi sehingga mampu menghasilkan anggaran.
“Dengan penetapan APBD tepat waktu, menjadi salah satu acuan terpenting dalam menerima prestasi termasuk penambahan anggaran yang diterima Pemkot Sukabumi. Saya berharap, hal ini terus bisa dipertahankan sehingga Pemkot Sukabumi bisa menambah pundi-pundi anggaran untuk kepentingan masyarakat Kota Sukabumi,” harap Hanafie yang juga mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sukabumi ini.
Ia menambahkan, anggaran tersebut nantinya bakan diperuntukan sesuai dengan aturan dan ketentuan yang ada. Baik itu untuk infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan lainnya.
Ilustrasi “Dengan memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, Alhamdulillah Kota Sukabumi mendapat predikat nomor satu dalam hal kepuasan pelayanan yang dirasakan masyarakat oleh tim independen belum lama ini,” aku Hanafie.
Ditambahkannya, ada beberapa target juga yang ditetapkan oleh Pemkot Sukabumi selama periode kepemimpinan Walikota Sukabumi saat ini. Di antaranya, memindahkan pusat pemerintahan. “Ini menjadi tantangan terberat. Namun Pak Wali menargetkan, sudah ada lahan yang ditunjuk dan siap untuk menampung kantor pemerintahan baru selama kepemimpinannya,” paparnya.
Dengan dipindahkannya pusat pemerintahan, secara otomatis bakal mendorong dan menumbuhkan pusat keramaian baru. Diakui Hanafie, saat ini kondisi Kota Sukabumi sudah tak ideal. Dimana, antara pusat pemerintahan, pendidikan dan perdagangan terpusat di satu daerah. “Tapi dengan pindahnya pusat pemerintahan, secara tidak langsung akan menumbuhkan kegiatan ekonomi baru. Sehingga bisa memecah keramaian. Soalnya, kalau memindahkan pusat ekonomi dirasa mustahil karena para pengusaha jelas melihat dari sisi efek keuntungan dan mereka berhak menggunakan lahannya sesuai keinginannya,” pungkasnya. (nur)



#radarsukabumi

Related

KOTA SUKABUMI 1843397691751713777

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item