Diprotes, PDAM Langsung ‘Turun Gunung’

PARAKANSALAK – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Cabang Parakansalak akhirnya ‘turun gunung’ melakukan perbaikan di bak penampungan utama di Kampung Pajagan Desa/Kecamatan Parakansalak, selasa (17/11). Terkait gangguan, pihak PDAM beralasan akibat ketidaksempurnaan dalam pengolahan air dan daya tampung air yang tidak memadai.
Kepada Radar Sukabumi, Kepala Urusan (Kaur) Administrasi PDAM Cabang Parakansalak, Irman mengatakan, selama tiga pekan pihaknya kebanjiran keluhan dari sejumlah konsumen. Namun demikian, ia mengaku tidak tinggal diam yakni dengan terus melakukan upaya untuk menghasilkan air yang berkualitas bagus.
“Sudah satu minggu kami melakukan perbaikan di titik sumber air. Namun, jika alat dan proses pengolahan tidak sempurna tetap akan menghasilkan air seperti ini terus,” ujarnya saat ditemui Radar Sukabumi, di Kantor PDAM Cabang Parakansalak, selasa (17/11).
Dikatakan Irman, hingga saat ini daya tampung kapasitas air pun terbilang tidak memadai. Ditambah juga dengan debit air yang menurun dikarenakan musim kemarau yang berkepanjangan. Secara otomatis tiga bulan ke belakang, penyaluran air ke pelanggan dilakukan secara sistem gilir. “Daya tampung air saat ini tidak memadai, ditambah dengan musim kemarau bulan lalu. Jadi volume air berkurang,” imbuhnya.
Terkait dengan alat pengolahan air, Irman mengaku telah mengajukan perbaikan alat kepada PDAM. Namun, ajuan tersebut hingga kini belum juga terealisasi. Sehingga, karena kendala itu pelayanan air bersih kepada masyarakat akhir-akhir ini terganggu. “Kami sudah melakukan upaya pengajuan terhadap pusat untuk perbaikan alat pengolahan air. Namun hingga saat ini belum juga direspons,” lanjut Irman.
Di tempat terpisah, Koordinator Wilayah Dapil VI UF Center, Apep Suhendi menegaskan, selain warga Kampung Lenglangsari Desa/Kecamatan Parakansalak, beberapa wilayah lainnya seperti di Kampung Kebonmuncang Desa Lebaksari Kecamatan Parakansalak pun mengalami hal serupa.
Keluhan tersebut yakni kualitas air PDAM Cabang Parakansalak ini nampak keruh dan juga lengket. Bahkan, jika digunakan untuk mandi, warga merasa gatal-gatal. Ia mendesak PDAM bertanggung jawab dan segera memperbaiki pelayanan.
“Pelanggan itu bayar tidak gratis, jika kualitas seperti ini terus kami yang dirugikan. Apalagi, jika setiap yang menggunakan air berdampak buruk seperti gatal-gatal, siapa yang bertanggung jawab? PDAM harus bertanggung jawab pokoknya,” singkatnya seraya tegas. (ren).




#radarsukabumi.com

Related

KOTA DAN KABUPATEN 2513938699386108168

Follow Us

Hot in week

Recent

Comments

Side Ads

Text Widget

Connect Us

item